Jangan Mengeluh, Tersenyumlah

Dari keluhan muncullah bencana

Duhai orang miskin, jauihi dan tawakkallah!

Jika anda arahkan munajatmu pada Tuhan Sang Pemberi, pasti Anda dapat

Sebab, segala sesuatu adalah anugerah-Nya

Dan segala sesuatu adalah suci

Tanpa Allah, engkau akan tersesat dan cemas di dunia ini

Apakah Anda mengeluhkan biji pasir sedangkan orang lain dapat musibah sebesar dunia?

Sunggulah keluhan itu hanyalah musibah di atas musibah

Dosa di atas dosa dan derita!

Jika Anda tersenyum di hadapan musibah..

Niscaya ia akan layu dan larut..

Dibawah mentari kebenaran, menjadi butiran-butiran es

Saat itulah duniamu tersenyum..

Senyuman yang menyiratkan keyakinan..

Senyuman gembira karena pancaran keyakinan..

Senyuman kagum karena rahasia-rahasia keyakinan..

 

Said Nursi

Modulus Puntir

MODULUS PUNTIR

M. M. R. Jahuddin, L. I. Kusuma, V. S. Hutomo, H. Andrean, R. Hidayat, Z. Ahmad

10211094, 10211009, 10211013, 10211044, 10211063, 10211068

Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Indonesia

E-mail: muhammad.maruf@students.itb.ac.id

  Abstrak

Suatu benda diberi gaya yang sama tetapi arahnya berlawanan dan tidak segaris maka benda tersebut berada dibawah tegangan memuntir (shear stress). Dalam bahasa fisisnya, modulus puntir adalah gaya yang diberikan persatuan luas penampang dengan luas yang sejajar dengan vektor gaya yang diterapkan. modulus puntir menyatakan nilai ketahanan suatu material terhadap puntiran. Semakin besar modulus puntirnya, maka semakin baik juga material tersebut untuk tidak goyah ketika dipuntir. Pada praktikum ini digunakan tiga batang logam silinder yang akan diprediksi jenis materialnya. Ke tiga batang tersebut masing-masing memiliki modulus puntir, 89.60098 Gpa untuk batang 1, 89.62862 Gpa untuk batang 2, dan 79.40586 untuk batang 3. Hasil prediksi kami, batang 1 dan 2 merupakan besi (82 Gpa) dengan campuran mineral lainnya dan batang 3 merupakan baja konstruksi (79,3 Gpa).

Laporan Eksperimen Modulus Puntir

Surface Plasmon Resonance (SPR)

SURFACE PLASMON RESONANCE

M. M. R. Jahuddin, H. Latifah, A. Fitriana, R. D. Septianto, A. S. Dharma, M. S. Pakarti

10211094, 10211016, 10211046, 10211081, 10211092, 10211106

Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Indonesia

E-mail: muhammad.maruf@students.itb.ac.id

 Abstrak

Surface plasmon resonance (SPR) adalah osilasi kolektif dari elektron pada zat padat atau cair yang terbentuk karena penembakan cahaya. Kondisi resonansi dapat terjadi ketika frekuensi foton sesuai dengan frekuensi natural dari permukaan elektron yang berosilasi terhadap inti atom. SPR dapat terjadi pada bidang batas logam/dielektrik ketika sebuah berkas sinar datang dari medium dielektrik sudut datang yang lebih besar dari sudut kritis. Dalam kondisi seperti itu, di bidang batas persambungan dielektrik/logam akan terbentuk gelombang evanesen yang menembus masuk ke dalam medium logam. Ketika kita menggunakan cahaya untuk mengeksitasi gelombang SP, terdapat dua bentuk konfigurasi, yaitu konfigurasi Otto dan konfigurasi Kretschmann. Dari praktikum ini diperoleh kesimpulan bahwa selain sudut datang, frekuensi gelombang cahaya juga mempengaruhi terbentuknya SPR, semakin besar sudut datang dari sudut kritis, daerah panjang gelombang yang dapat membentuk SPR semakin besar, dan SPR terjadi ketika kurva dispersi gelomabang cahaya dan SPR saling berpotongan.

Laporan Eksperimen Surface Plasmon Resonance