Ambil Madunya, tapi Jangan Hancurkan Sarangnya!

Bismillahirrahmanirrahim

Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku
(QS. Thoha: 25-28)

Di manapun kelembutan itu berada, ia akan menghiasi tempat itu. Demikian halnya bila ia dicabut dari suatu tempat, ia akan mengotorinya. Kelembutan tutur kata, senyuman tulus di bibir, dan sapaan-sapaan hangat yang terpuji bersua merupakan hiasan-hiasan yagn selalu dikenakan oleh orang-orang mulia.

Semua itu merupakan sifat seorang mukmin yang akan menjadikannya seperti seekor lebah; makan dari makanan yang baik dan menghasilkan madu yang baik. Dan bila hinggap di setangkai bunga, ia tidak pernah merusaknya. Semua itu terjadi karena Allah menganuhgerahkan pada kelembutan sesuatu yang tidak Dia berikan kepada kekerasan.

Di antara manusia terdapat orang-orang “istimewa” yang membuat banyak kepala tunduk hormat menyambut kedatangannya, banyak massa berjubel ingin melihat mukanya, banyak hati bersimpati padanya dan banyak jiwa yang memujanya. Dan mereka itu tak lain adalah orang-orang yang banyak dicintai dan dibicarakan manusia dikarenakan kedermawanan dan kemurahan hatinya, kejujurannya dalam berjual beli, serta keramahan dan sopan santunnya dalam bergaul.

Mencari banyak teman merupakan tuntunan dalam hidup yang selalu dicontohkan oleh orang-orang terhormat dikarenakan akhlak dan perilakunya yang terpuji. Mereka itulah orang-orang yang selalu berada di tengah-tengah kerumunan manusia dengan senyum yang merekah, keramahan yang menentramkan dan sopan santun yang menyejukkan. Dan kerena itu, mereka selalu ditanyakan dan didoakan ketika tidak terlihat.

Orang-orang yang bahagia memiliki tuntunan akhlak yang secara garis besar tercakup dalam slogan:

Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka orang-orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
(QS. Fushshilat: 34)

Begitulah mereka dapat memupuskan rasa dengki dengan emosi yang terendah, kesabaran yang menyejukkan, dan kemudahan memaafkan yang menentramkan. Mereka adalah orang-orang yang mudah melupakan kejahatan dan mengingat kebaikan orang lain. Karena tiu, tatkala kata-kata kotor dan keji terlontar untuk mereka, telinga mereka tidak pernah merah dibuatnya. Bahkan mereka memandang kata-kata itu sebagai angin lalu yang tak akan pernah kembali.

Mereka itulah orang-orang yang selalu berada dalam kedamaian, orang-orang yang berada di sekitar mereka merasa aman, dan kaum muslimin yang bersama mereka pun merasa tentram.

“Orang muslim adalah orang yang jika orang muslim lainnya tidak merasa terganggu oleh lisan dan tangannya. Sedangkan orang mukmin adalah orang yang membuat orang lain merasa aman tehadap darah dan hartanya”
(Al-Hadits)

“Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk menyambung tali silaturahim pada orang yang memutuskan silaturahim denganku. Aku diperintahkan untuk mengampuni orang yang berlaku zalim terhadapku dan memberi kepada orang yang tidak pernah memberi kepadaku.”
(Al-Hadits)

Dan, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan).
(QS. Ali ‘Imran: 134)

Sampaikan kabar gembira kepada mereka bahwa balasan Allah atas keteduhan, ketentraman, dan kedamaian mereka adalah akan disegerakan.

Sampaikan pula sebuah kabar gembira kepada mereka bahwa mereka juga akan mendapatkan balasan besar di akhirat berupa surga-surga dan sungai-sungai yang indah di sisi Rabb mereka kelak. Yakni,

Di tempat yang disenangi di sisi Rabb Yang Berkuasa.
(QS. Al Qamar: 35)

Teman-teman ku, itulah tadi salah satu topik La Tahzan, Jangan bersedih, yang kami diskusikan bersama anggota rumah mahasiswa yang lain. Nah, dilihat dari judulnya, tulisan Dr. ‘Aidh al-Qarni ini memang sangat pas untuk kita. Sebagai mahasiswa atau pekerja, kita sering kali tidak sabaran menghadapi teman kelompok, tidak menunjukkan semangat kepada mereka, membalas kritikan rekan kerja dengan jawaban yang menjatuhkan mereka.

Di tulisan ini, Dr. ‘Aidh al-Qarni menjelaskan dengan sangat indah bahwa semua manusia itu bermanfaat bagi kehidupan kita. “Ambil Madunya, tapi Jangan Hacurkan Sarangnya!”. Ibarat peternak lebah, ketika mereka mau mengambil madu di tempat penangkarannya, biar pun mereka disengat banyak lebah, bentol-bentol, dan perih bercampur panas di kulitnya, para peternak ini akan tetap dengan kehati-hatian mengambil madu itu tanpa melakukan perlawanan atas lebah, baik dengan cara membunuhnya atau menghancurkan sarangnya yang kedua hal itu pasti memancing seluruh koloni lebah untuk melawan peternak lebah itu dan pastinya menghilangkan pengasilan peternak ini. Mengapa demikian? Dengan sikap kehati-hatian ini, peternak lebah berharap tidak mendapatkan perlawanan yang lebih besar dari lebah, bisa mendapat madu lagi di esok hari, dan nantinya lebah-lebah itu akan merasa bersahabat dengan peternaknya.

Begitulah kita sebagai seorang muslim, bila menerima perkataan yang kurang pantas, kata-kata yang baik dari hati tetap harus terucap dari lidah kita dan terdengar indah di telinga orang lain. Karena kita tidak tahu, besok, bulan depan, tahun depan, atau kapan pun itu orang ini akan bermanfaat untuk kita. Mungkin, manfaat paling dekat yang kita bisa peroleh adalah ikatan silaturahim yang kuat antara orang itu, sehingga benarlah yang dikatakan oleh ‘Aid al-Qarni :

“Mencari banyak teman merupakan tuntunan dalam hidup yang selalu dicontohkan oleh orang-orang terhormat dikarenakan akhlak dan perilakunya yang terpuji. Mereka itulah orang-orang yang selalu berada di tengah-tengah kerumunan manusia dengan senyum yang merekah, keramahan yang menentramkan dan sopan santun yang menyejukkan. Dan kerena itu, mereka selalu ditanyakan dan didoakan ketika tidak terlihat.”

“Mereka itulah orang-orang yang selalu berada dalam kedamaian, orang-orang yang berada di sekitar mereka merasa aman, dan kaum muslimin yang bersama mereka pun merasa tentram.”

Semoga bermanfaat.

latahzan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: