Seberapa pentingkah Paten? Sangat Penting!

TENTU kita sebagai rakyat Indonesia sudah sering mendengar perang Paten yang dilancarkan oleh dua raksasa gadget saat ini, Apple Inc. dan Samsung Co Ltd. Saling tuding plagiat lewat iklan, youtube terus dilakukan, seolah-selah paten ini begitu berharga bagi mereka. Kita  yang sebagian besar pengguna mungkin tidak begitu tertarik dengan hal tersebut, yang penting bisa memenuhi kebutuhan dan terjangkau dengan kantong kita masing-masing.

us-apple-vs-samsung-trial

Terlepas dari Apple vs Samsung, ada satu hal yang patut dipertanyakan, mengapa paten begitu penting bagi mereka? Apa pentingnya? Oke, kita akan kupas sedikit demisedikit.

Bayangkan Anda adalah seorang murid di suatu sekolah. Anda adalah murid yang tidak terkenal sebelumnya. Kemudian suatu hari Anda membuat sebuah proyek sekolah dan akan dipamerkan di pameran ibukota. Saat itu ada murid lain yang membuat proyek yang sama dengan Anda, sayangnya dia adalah anak yang terkenal karena statusnya sebagai anak Presiden. Orang-orang pun mendekati anak tersebut dan menghiraukan Anda. Bagaimana perasaan Anda ketika telah bekerja keras membangun proyek itu ternyata diambil oleh orang lain?

Itu baru contoh proyek sekolah, bagaimana dengan skala teknologi yang lebih besar dan menghasilkan manfaat yang lebih besar pula, contohnya pesawat jet tempur.

Kata dosen saya di kampus, Kita selalu diajarkan untuk menciptakan sesuatu tetapi tidak untuk memilikinya. Teman-teman pasti bangga ketika bisa bekerja di Boeing, Google, Microsoft, dan lainnya. Tapi tetap saja, “Blue Print” proyek yang kita kerjakan tersimpan rapi di dalam laci (tidak diperlihatkan). Mengapa? Disinilah paten mulai berbicara. Tanpa paten, produk Boeing, Google, dan Microsoft takkan mampu sebesar saat ini. Mereka lah pemain global dan penentu kebijakan teknologi.

Dengan paten mereka mampu menjaga ide-ide dan mempertahankan konsistensi mereka dalam perkembangan teknologi. Sehingga ide-ide mereka dapat bertahan dan dapat dijual ke masyarakat dunia tanpa khawatir akan kehilangan pasar tersebut karena mereka memilikinya lewat paten. Dengan paten pula mereka memperoleh ciri khas tersendiri bagi bagi konsumennya.

Pertanyaan selanjutnya, jika mereka pemain global, siapa yang dipermainkan?

Itulah kita, bangsa konsumer nomor satu. Kita sering berpikir, terlalu naif  jika Indonesia mau melawan Boeing, Google, dan Microsoft. Tapi siapa sih mereka? Mereka makan 3 kali sehari juga, waktunya mereka pun sama 24 jam. Memang akan terasa tidak mungkin bila kita melihat keadaan Mereka sekarang untuk dilawan. Namun satu yang perlu diingat, mereka berangkat dari hal yang sama, langkah-langkah kecil dan ide-ide cemerlang yang dipatenkan.

Saya yakin dan percaya, generasi kita berisi dengan pemuda-pemuda yang sangat hebat. Masalahnya hanya, kita seperti anak sekolah yang belum terkenal melawan anak Presiden yang sudah punya nama. Jalan sudah ada untuk mengamankan ide-ide kita, yaitu lewat paten. Selanjutnya apakah kita akan membiarkan ide-ide kita itu diambil orang dan pasrah dengan keadaan karena kita bukanlah pemain global?

KCR-60_Defense Studies

Produk PT. PAL

ranpur-pt-pindad

Produk PT. Pindad

n250_2

Produk PT. DI

Tidaklah cukup hanya dapat menciptakan tapi kita juga harus memilikinya, Pak Habibie lewat PT. DI telah memulainya, Pindad dan PT. PAL juga. Yang kita butuhkan adalah kesungguhan dan kerjasama yang erat di kalangan cendekiawan Indonesia. Sehingga kelak kita pun bisa bangga dengan karya kita sendiri dan mandiri sepenuhnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: