Category Archives: Pemuda

McDonald’s or IBM

This is my response to Damien Jackson’s article, McDonald’s or IBM

McDonald’s or IBM, an article by Damien Jackson, discusses the changing education policies in the United States. He said that the North Carolina recently implemented a new policy asking eighth graders to choose one of four high school pathway. He also said that in North Carolina, education has led to harsh new policies which have had harmful effects on many students. I agree with his opinion that the new policy will bring harmful effects on many students especially in psychology view and education view.

In the article, Damien Jackson writes his argument that “eighth grader is an awkward and uncertain time of physical and emotional change.” Many of students in this period are not mature enough to choose their pathway what they will become. In this period also, many of them still choose the future job by looking the external good. Continue reading →

Advertisements

Berpikir untuk Berjuang

Kemenangan
Bukanlah Segala-galanya
Tetapi Perjuangan untuk Menang
Adalah Segala-galanya

(by Vince Lombardi)

Lahir sebuah ungkapan, proses adalah esensi, hasilnya adalah eksistensi. Banyak orang mudah terinspirasi untuk menjadi orang sukses, menjadi pemenang dalam hidup dan menjadi segalanya sesuai dengan hasrat dan keinginannya. Namun terkadang yang sering dilupakan adalah, kita melupakan proses dan perjuangan. Kita terlena dan timbullah niat menggunakan cara-cara yang kurang baik dan tepat. Jika pikiran seseorang telah dikuasai ambisi dan nafsu, maka apapun bisa dilakukan. Akan tetapi, secara esensial hal tersebut justru merugiakn diri sendiri apalagi pihak-pihak lain. Jika terdapat satu bentuk kekuatan dalam diri kita, maka arahkan pikiran itu kepada pikiran yang konstruktif dan mencerahkan. Hindari hal-hal yang memancing kita untuk melakukan kecurangan dalam kehidupan ini.

Suatu proses yang dijalani dengan baik serta menggunakan jalan yang bersih, maka hasilnya bisa dipastikan bersih dan memuaskan. Akan tetapi lain halnya dengan proses yang salah, maka tidak mustahil apa yang diharapkan akan menjadi sia-sia. Walaupun toh berhasil dan tetap mendapatkan sesuatu yang diinginkan, namun bukan berarti hal tersebut merupakan kesuksesan dan kemenangan sebenarnya, karena nilai dari apa yang dihasilkna menjadi hilang, dan hal tersebut lebih tepat jika dikatakan “keberhasilan atau kemenangan semu” karena sama sekali menghilangkan nilai perjuangan itu sendiri. Semoga bermanfaat

Hidup yang Ditentukan oleh Hari Esok, Hidup yang Ditentukan oleh Panggilan Hidupmu

Sepenggal saran dari Rando Kim, dosen Seoul National University di bukunya yang berjudul Time of Your Life

Jadi, sekarang aku akan memaksamu untuk membulatkan tekad dan melangkah sekarang juga. Kamu harus melangkah maju mengeksplorasi bakatmu. Jangan berhenti dengan apa yang telah kamu raih hingga saat ini. Ketika kamu hidup dengan nyaman di dalam dunia mu sendiri, maka kamu akan cenderung menutup diri. Kecuali jika kamu mau terus-menerus memperbaiki dirimu sendiri, masyarakat akan menjadikanmu salah satu dari bagian masa lalu. Selain itu, hidup jauh lebih lama yang kau kira. Bukankah hidup akan menjadi membosankan jika kamu terus mengulang daftar lagu yang sama, terlebih jika kamu memilih daftar tersebut karena orang lain menyuruhmu untuk melakukannya, atau karena kamu berpikir bahwa daftar tersebut adalah yang paling menarik saat itu?

Ingatlah, ketika kamu berontak dan keluar dari tempurungmu, kamu terlahir di dalam sebuah kehidupan yang baru. Namun jika kamu menunggu hingga seseorang memecahkan tempurung itu untukmu, maka kamu hanya akan menjadi mangsa bagi orang lain. Biarkan hidupmu ditentukan oleh hari esokmu dan panggilan hidupmu sendiri.